" Dari 28 ribu hektare lahan kritis yang ada, itu di peroleh dari pencitraan land scape tahun 2011. Jika dibiarkan maka akibatnya akan fatal dan perlu diketahui TNGHS tersebut merupakan hutan tropis yang sangat perannya terutama dalam menyuplai oksigen seluruh jawabarat," Kata ketua Balai TNGHS, Agus Priambudi dalam acara Kampung Konservasi Otsuka PT Amerta Indah Otsuka (AIO), Cicurug Selasa (19/6).
Dikataknnya, salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni restorasi agar kembali berfungsi optimal sebagai kawasan konservasi. Adapun restorasi tersebut dalam praktiknya seperti yang dilakukan PT AIO dengan kampung konservasi Otsuka.
Diungkapkan Agus, pihaknya sangat berterimakasih kepada AIO sebagai perushaan swasta namun telah peduli terhadap lingkungan. " Saya harap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif agar ekositem yang hidup di TNGHS terselamatkan," tuturnya.
Sementara Director Of Corporate Affair PT AIO, Pratiwi Juniarsih menjelaskan, bahwa Kampung Konservasi Otsuka ini berlokasi di area TNGHS tepatnya di Desa Kutajaya Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi, dan penanaman yang dilakukan oleh perusahaan sebanyak 25 ribu pohon jenisnya Endemik dan pohon produktif ini, merupakan bagian dari kepedulian terhadap lingkungan.
"Kami rasa PT AIO ini selalu peduli terhadap lingkungan. Bahkan sebelumnya untuk lingkungan AIO terlibat dalam upaya pembersihan pantai di Palabuhanratu, salah satunya di pantai Citepus beberapa bulan lalu. Adapun Kampung Konservasi Otsuka ini merupakan suatu wadah mediasi mandiri dalam menjaga kelestarian lingkungan hutan serta air," paparnya
Sekedar diketahui, untuk pengelolaan dan pemeriharaan tanaman Endemik dan pohon produktif dalam pelaksanaannya masyarakatpun akan dilibatkan. Hal ini dilakukan agar terjalin edukasi untuk masyarakat dalam melindungi kelestarian hutan. Untuk itu diareal konservasi persentasenya tanaman endemik 80 % lalu produktif 20%, dimana produktif ini dapat dimanfaatkan warga masyarakat.( DD/WP ).


0 comments:
Post a Comment